oleh: Rany Syafrina

Image

Abad ke 18 merupakan masa yang sangat penting, karena pada masa inilah terdapat perubahan sosial yang memungkinkan penulis wanita untuk mengembangkan ide-ide feminis yang dulunya tidak mungkin dilakukan. Meskipun demikina, penulis wanita tidak lepas dari kritikan sosial, ataupun kritikan dari penulis pria lainnya. Seperti Samuel Johnson (1709-1784) yang menyebutkan “women writer was like a dancing dog”. Alexander Pope (1688-1744) juga ikut nementang penulis wanita dengan memberikan kritikan pedasnya, dia beranggapan bahwa penulis wanita tidak pempunyai karakter. Beberapa penulis wanita yang mendapatkan kritikan pedasnya adalah Anne Finch, Phoebe Clinket, dan Mary Wortley Montagu. Montagu bahkan disindir dengan sebutan “Sappho”, karna tulisanya tentang ide-ide feminis dinilai lebih dekat dengan kecendrungan lesbian. Beberapa penulis wanita bahkan memutuskan untuk mundur dari dunia kepenulisan, seperti Fanny Burney (1752-1840). Fanny yang terkenal lewat novelnya yang berjudul Evelina yang dipublikasikan pada tahun 1778 pernah membakar samua hasil tulisannya pada saat berumur 15 tahun atas perintah ibu tirinya, karna dia khawatir jika tulisan tersebut akan menghalangi Fanny untuk menikah didalam lingkungan masyarakat Inggris. Namun kemudian dia tetap melanjutkan tulisannya dalam bentuk diari, dengan menggunakan “miss nobody” sebagai nama pena. Pada awal abad ke 18, pernikahan adalah satu-satunya cara bagi perempuan untuk mengakhiri permasalahan yang terjadi dalam hidup mereka, terutama masalah ekonomi dan financial. Karena dengan menikah perempuan akan mendapatkan “financial support” dari suami mereka. Namun beberapa wanita menilai bahwa pernikahan akan mengikat dan membatasi kehidupan mereka. Seperti yang dituliskan Lady Mary Chudleigh dalam puisinya “To The Ladies” (1703) yang menyatakan bahwa wanita ataupun pelayan adalah sama, karna pada dasarnya laki-laki mendemonasi perempuan lewat pernikahan, dan hal yang bisa dilakukan perepmuan adalah diam.

Phyllis Wheatley (1753-1784)
Phyllis Wheatley adalah penulis wanita African-American pertama, lahir di Senegal kemudian dia di culik dan di bawa ke America. Phyllis Wheatley dibeli oleh Jhon Wheatley meskipun pada akhirnya Phyllis Wheatley dimerdeka kan pada tahun 1773, dan kemudian menikah pada tahun 1778. Phyllis Wheatley mendapatkan pendidikan informal terutama pendidikan Bible dan Classic, yang hampir setara dengan apa yang dipelajari di universitas pada masa itu. Puisi pertamanya di publikasikan ketika dia masih berusia 13 tahun, namun pada usia 16 tahun lah dia kemudian dikenal. Phyllis Wheatley menulis banyak puisi yang digunakan untuk memperingati “public event” atau sebagai memori untuk orang-orang terkenal yang sudah meninggal. Namun pusisinya yang berjudul “on being Bought from Africa to America” yang di publikasai pada saat dia berumur 18 tahun, merupakan puisinya yang paling terkenal. Mesipun Phyllis Wheatley merupakan penulis pertama yang puisi publikasinya dipuji oleh George Washington, Namun sayangnya Phyllis Wheatley meninggal di usia muda dalam keadaan miskin.

Dua penulis berikut ini sangatlah terkenal dengan ide-ide feminis yang dituangkan dalam ide-ide tulisan mereka. Mereka adalah Mary Wollstonecraft dan Mary Shelley.

Mary Wollstonecraft (1759-1797)
Mary Wollstonecraft dikenal lewat tulisannya yang berjudul Vindication on the Right of Wowan yang dipublikasikan pada tahun 1792. Tulisannya tersebut berisikan kritikan mengenai penggambaran negatif perempuan yang terdapat didalam karya sastra, serta peran perempuan didalam ekonomi, politik, dan kesetaraan. Mary Wollstonecraft memberikan kritikannya terhadap beberapa penulis pria yang menggambarkan karakter negatif perempuan, seperti yang terdapat dalam tulisannya “from the books written on this subject by men who, considering females rather as women than human creature, have been more anxious to make them alluring mistresses than affectionate wifes and rational mothers” (in Zilboorg, 34). Pada kutipan diatas Mary Wollstonecraft menggambarkan bagaimana perempuan pada masa itu mendapatkan “false education” lewat buku-buku yang ditulis oleh kaum pria. Meskipun tulisannya sangat terkenal, namun kehidupan pribadinya tidaklah senyaman apa yang kita bayangkan. Meskipun melahirkan seorang bayi pada tahun 1794, Mary Wollstonecraft menolak untuk menikahi Gilbert Imlay. Mary Wollstonecraft beranggapan bahwa dengan menikah dia tidak akan mendapatkan kebebasan, dan pada akhirnya Gilbert Imlay meninggalkanyayang mengakibatkan Mary Wollstonecraft mengalami depressi dan berusaha untuk bunuh diri dengan meloncat dari jembatan. Namun pada tahun 1796 dia kemudian memutuskan untuk menikah dengan William Godwin, dan meninggal pada tahun 1797 akibat infeksi tepat setelah dia melahirkan putri keduanya Mary Wollstonecraft Godwin.

Mary Shelley (1797-1851)
Mary Shelley adalah putri kedua dari Mary Wollstonecraft, mungkin tulisannya yang paling terkenal Frankenstein dipublikasikan pada tahun 1818.namun ada baiknya jika kita membahasnya berbarengan Mary Wollstonecraft yang juga dikenal sebagai ibu kandung Marry Shelley. Ayahnya William Godwin menikah kembali ketika ia berusia 4 tahun setelah ibunya Mary Wollstonecraft meninggal dunia di tahun 1797 setelah melahirkan dirinya. Karna dibesarkan dalam keluarga baru dan saudara seibunya Fanny, Mary Shelley merasa dirinya sebagai “outsider” dan menghabiskan kebanyakan waktunya di ruang perpustakaan keluarganya. Pada usia 17 tahun dia bertemu dengan Percy Bysshe Shelley dan menyatakan cinta mereka didepan makam Mary Wollstonecraft, meskipun pada saat itu Marry Selley telah menikah dengan Harriet Westbrook. Pada tahun 1816 Marry kemudian bertemu dengan saudara seibunya Fanny dan istri dari Shelley yang bernama Harriet Shelley yang beberapa waktu kemudian keduanya ditemukan bunuh diri. Novel horornya yang berjudul Frankenstein merupakan novel pertamanya yang dipublikasikan ketika ia masih berusia 21 tahun. Frankenstein berceritakan tentang ilmuan muda yang berusaha menciptakan kehidupan, namun pada akhirnya dia dihancurkan oleh monster yang ia buat. Selain Frankenstein masih ada beberapa karyanya yang lain ynag juga di publikasikan seperti History of a Six Week Tour (1817), Valperga (1823), The Last Man (1826), The Fortunes of Parkin Warbeck (1830), Ladore (1835), Flakner (1837), Rambles in Germany and Italy (1844).
Bibliography:
Zillboorg, Caroline. Women’s Writing: Past and Present. United Kingdom: Cambridge University Press.2004
The Literature Lover’s Comparison, Who Wrote and What When. London: Geddes and Grosset. 2005

bisa diakses di :http://ranisyafrina.multiply.com/reviews/item/28

image: http://www.google.co.id/imgres?q=mary+shelley&hl=en&tbo=d&biw=1024&bih=636&tbm=isch&tbnid=_nukUxYeM2l-XM:&imgrefurl=http://frombeyonddepraved.blogspot.com/2010/12/frankenstein-by-mary-shelley-here-there.html&docid=drs4nN_k6q16bM&imgurl=http://2.bp.blogspot.com/_ULMDV4HUi60/TP_S0a2zQyI/AAAAAAAACeg/4QTQECuZ43M/s1600/mary_shelley_author_frankenstein.jpg&w=425&h=625&ei=12MLUYqAIsfJrAex04DIDg&zoom=1&ved=1t:3588,r:3,s:0,i:112&iact=rc&dur=8&sig=109860885588895511954&page=1&tbnh=184&tbnw=135&start=0&ndsp=18&tx=61&ty=81